Banyak orang berpendapat bahwa gula bisa membuat gemuk, merusak gigi dan menjadikan anak hiperaktif. Dr. LouiseVan Den Berg dosen senior Free State University menjelaskan tentang beberapa mitos gula seperti yang dikutip Health24.

Mitos 1: Gula penyebab gemuk.
Gula mengandung karbohidrat yang tinggi jika makan terlalu banyak gula tanpa olahraga bisa berkontribusi menjadikan tubuh gemuk.
Menurut penelitian Dr. Van Den Berg, orang yang mengkonsumsi banyak gula cenderung memiliki asupan lemak lebih rendah sehingga tidak mengakibatkan kegemukan.Karena yang menggemukan itu adalah lemak bukan gula.

Mitos 2: Gula penyebab diabetes.
Menurut American Diabetic Association, diabetes disebabkan oleh faktor genetik dan gaya hidup bukan disebabkan oleh gula Apabila dalam keluarga ada riwayat penyakit diabetes maka sebaiknya anda melakukan diet dan olahraga untuk menjaga berat badan.

Mitos 3: Gula dapat merusak gigi.
Menurut Van Den Berg, semua karbohidrat seperti roti sandwich atau roti manis yang dicerna mulai dari mulut akan dikonversi menjadi gula. Sebenarnya bukan gula itu sendiri yang menyebabkan gigi berlubang atau rusak, tetapi zat asam yang dihasilkan dari makanan.

Mitos 4: Gula menjadikan anak hiperaktif.
Dari sejumlah studi ditemukan bahwa gula dapat menimbulkan rasa kantuk bukan hiperaktif. Kalau seorang anak menjadi hiperaktif setelah makan permen itu bukan karena gula tetapi karena perasaannya yang gembira mendapatkan permen.

Mitos 5: Gula bisa jadi candu.
Tidak ada zat makanan yang menyebabkan kecanduan, gula hanya dapat memberikan cita rasa pada makanan seperti halnya kesenangan dan kegembiraan yang kita butuhkan dalam hidup. Demikian menuru Van Den Berg.

Diterbitkan di: 14 Februari, 2011

Sumber: http://id.shvoong.com/lifestyle/food-and-drink/2117350-fakta-dan-mitos-tentang-gula/#ixzz1bxM3TVxx

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Dunia sedang menghadapi ledakan penderita diabetes. Data paling baru menyebutkan angka penderita diabetes mencapai 350 juta orang di seluruh dunia, jauh melebihi prediksi Federasi Diabetes International (IDF) yang memproyeksikan tahun 2010 ada 285 juta penduduk dunia yang akan menjadi korban penyakit yang bisa merenggut penglihatan, bahkan kematian ini.

Walaupun para ahli sepakat diabetes merupakan masalah kesehatan terbesar di abad 21, nyatanya masih banyak orang yang angkat bahu ketika ditanya tentang kemungkinan menderita penyakit ini. Selain karena gejalanya memang tidak terlihat, tak sedikit yang masih mengira penyakit ini disebabkan karena mengasup makanan manis terlalu banyak.

Padahal, menurut dr.Budiman Darmowidjojo, Sp.PD, diabetes melitus tidak berhubungan dengan kebanyakan makan gula. Seseorang didiagnosis diabetes ketika tubuhnya tidak cukup menghasilkan insulin atau tidak menggunakan insulin yang ada dengan benar.

“Tidak benar jika penyakit ini timbul karena kebanyakan makan makanan manis,” katanya.

Faktor yang menyebabkan tingginya jumlah penderita adalah karena perubahan pola makan menjadi tinggi lemak dan kurangnya aktivitas fisik. Keterkaitan penyakit ini dengan gula mungkin berpangkal dari kenyataan penderita diabetes harus membatasi asupan gula mereka.

“Yang harus dibatasi sebenarnya bukan hanya gula, tetapi total kalori karena sebagian besar yang kita makan untuk dijadikan energi akan diubah menjadi glukosa. Pada penderita diabetes, pola makan yang tidak terkontrol akan meningkatkan kadar glukosa,” papar dokter dari Divisi Endokrinologi dan Metabolisme Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM Jakarta.

Pada orang sehat, glukosa secara otomatis diserap oleh sel-sel. Tubuh menggunakan insulin yang dihasilkan oleh sel B pankreas untuk membuka reseptor sel sehingga glukosa bisa masuk. Akan tetapi pada orang yang menderita diabetes, terjadi resistensi insulin sehingga gula darah tidak dapat masuk.

Gula yang berlebih ini terkumpul dalam aliran darah dan dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi. “Sebenarnya yang berbahaya bukan gula darah yang tinggi, tetapi komplikasi yang ditimbulkannya,” imbuhnya.

 

Editor: Dewi Agustina   |  Sumber: Kompas.com

komentar pelanggan…

June 12, 2011

Prisca Delima via Facebook

“manisan wis sampe ya. enak….! ntar kapan aku pesen lagi ya. masih penasaran sama bunga pepaya & terong. btw, temenku demen banget, wis kusuruh pesen sendiri hehehe….”

Ini adalah komentar salah satu pelanggan yang baru nyoba Manisan Lawina. Buat temen-temen yang belom nyoba, ayo nyobaaa…. Jangan sampe ketinggalan berita, ntar nyesel!

 

Toko manisan Lawina ” Gudangnya Manisan buah dan Sayur di Indonesia”

 

Bentuk Lain Manisan

June 7, 2011

Selain dibentuk menjadi bunga, ikan kecil, dan daun, manisan pepaya bisa juga dibentuk menjadi macam-macam bentuk lain dengan ukuran yang lebih besar. Seperti bentuk ikan, cemara wanita, burung merak dan lain sebagainya.


Manisan Pepaya berbentuk ikan besar

Manisan Pepaya berbentuk Cemara Pengantin Wanita

Biasanya untuk manisan-manisan yang berukuran dan dengan ukiran khusus ini diperuntukkan sebagai manisan hiasan pada acara-acara resepsi pernikahan (terutama pada masyarakat Melayu). Terkadang manisan-manisan yang berbentuk unik ini tidak hanya digunakan sebagai hiasan tetapi juga dipakai dalam hantaran pengantin.

Untuk soal rasa, jangan ditanya. Sebab manisan-manisan ini pun memiliki rasa yang tak kalah renyah dengan manisan bentuk biasa.

Penasaran dengan model manisan yang unik-unik?  dan untuk anda yang ingin tampil beda di hari-hari bahagianya, jangan ragu untuk mencobanya. Silahkan hubungi toko manisan Lawina di muna@kagamavirtual.com.

Toko Manisan Lawina gudangnya manisan buah dan sayur di Indonesia!

 

Manisan buah adalah buah-buahan yang direndam dalam larutan gula selama beberapa waktu. Manisan biasanya dimakan sebagai hidangan pelengkap untuk merangsang nafsu makan. Teknologi membuat manisan merupakan salah satu cara pengawetan makanan yang sudah diterapkan sejak dahulu kala. Perendamanan manisan akan membuat kadar gula dalam buah meningkat dan kadar airnya berkurang. Keadaan ini akan menghambat pertumbuhan mikroba perusak sehingga buah akan lebih tahan lama.

Pada awalnya manisan dibuat dengan merendam pada larutan gula hanya untuk mengawetkan. Ada beberapa buah yang hanya dipanen pada musim-musim tertentu.Saat musim itu, buah akan melimpah dan kelebihannya akan segera membusuk apabila tidak segera dikonsumsi. Untuk itu manusia mulai berpikir untuk mengawetkan buah dengan membuat manisan. Manisan juga dibuat dengan alasan memperbaiki cita rasa buah yang tadinya masam menjadi manis.

Ada 2 jenis manisan, yaitu Manisan basah dan Manisan Kering. Manisan basah adalah manisan yang diperoleh setelah penirisan buah dari larutan gula. Manisan basah mempunyai kandungan air yang lebih banyak dan penampakan yang lebih menarik karena serupa dengan buah aslinya. Manisan basah biasanya dibuat dari buah yang keras seperti pepaya, kedondong dan Mangga. Sedangkan manisan kering  adalah manisan yang diperoleh setelah buah ditiriskan kemudian dijemur sampai kering. Manisan kering memiliki daya simpan yang lebih lama, kadar air yang lebih rendah, dan kadar gula yang lebih tinggi.  Manisan kering biasanya dibuat dari buah yang teksturnya lunak.

Untuk Produk-Produk Manisan Lawina hampir semuanya berjenis Manisan Basah. Meski begitu jika ada yang ingin memesan manisan jenis kering kami tetap melayaninya dengan baik.

sumber sebagian besar diambil di http://www.wikipedia.com

Manisan Pepaya

(Buah Pepaya yang dikuir dengan berbagai bentuk setelah itu baru diolah hingga menjadi Manisan yang renyah. Nikmat sekali saat dijadikan cemilan)

Manisan Renda

(Buah Renda yang awalnya asam kemudian dijadikan Manisan. Soal rasanya jangan ditanya… Maknyus!)

Manisan Pala

(Buah Pala yang hangat kian menjadi nikmat ketika dijadikan Manisan)

Manisan Asam Glugur

(Manis-manis kecut. Begitulah rasa Manisan Asam Glugur ini. Pokoknya wajib coba!)

Manisan Labu Air

(Renyah! Begitulah kesan pertama yang akan anda rasakan saat menikmati Manisan Labu Air ini)

Manisan Bunga Pepaya

(Bunga Pepaya Pahit??? itu dulu! Sekarang bunga pepaya juga bisa manis. Mau coba?? Silahkan Pesan!)

Manisan Terung

(Belum pernah kan merasakan buah terung yang manis?? Nah, untuk itu silahkan coba MAnisan terung yang satu ini.)

Manisan Ukiran Pepaya

(Apakah anda pernah membayangkan buah Pepaya yang dihias seperti gambar diatas??? Kami melakukannya untuk anda. Soal rasa, pasti tidak akan terlupakan!)

Cara Pembelian

May 19, 2011

1. PEMESANAN

Anda bisa memesan produk dengan cara apapun yang anda sukai, antara lain:

* menulis pesan di wall FB
* mengirim pesan melalui email muna@kagamavirtual.com
* mengirim sms atau menelpon langsung ke nomor 0821 6702 2585

2. PENGIRIMAN

Pengiriman barang baru akan dilakukan setelah pemesan melunasi pembayaran berikut ongkos kirim. Alamat pengiriman harus dicantumkan secara lengkap dan jelas dengan kode pos untuk menghindari keterlambatan dan kesalahan pengiriman.

Semua harga produk belum termasuk ongkos kirim. Penentuan biaya pengiriman ditentukan berdasarkan tarif Tiki atau JNE. Untuk mengecek berapa ongkos kirim ke daerah anda silahkan kunjungi situs Tiki atau JNE.

Besaran minimal berat ongkos kirim yang dibebankan adalah 1kg, jadi meskipun berat barang yang dipesan < 1kg tetap dikenakan biaya ongkos kirim minimal 1kg.

3. PEMBAYARAN

Pembayaran dilakukan melalui transfer bank ke salah satu rekening berikut:

* BCA kcp Binjai, No rek 1750560314 a.n. Munah Sartika Dewi, S.Si

Setelah melakukan pembayaran dimohon untuk konfirmasi melalui sms, telp, ataupun email agar pengiriman dapat segera diproses.

Siapa Kami..???

May 19, 2011

Kami adalah penyedia berbagai jenis manisan buah dan sayur, terutama manisan basah. Manisan kami sama sekali tidak menggunakan bahan pengawet dan bila di simpan dengan baik maka Manisan olahan kami akan dapat bertahan selama satu tahun.

Manisan kami buahnya sangat rapuh dengan kuah manisan yang kental. Sangat nikmat untuk dijadikan cemilan tidak hanya untuk penghuni rumah tapi juga tamu-tamu istimewa kita.

Manisan Buah dan Sayur yang saat ini tersedia adalah:

1. Manisan Buah:

a. Buah Pepaya
b. Buah Pala (basah/Kering)
c. Buah Renda
d. Buah Bombongmore/Cekapung
e. Buah Asam Gelugur
f. Buah Kundur (labu basah)

2. Manisan Sayuran:

a. Terong
b. Bunga Pepaya

Harga Perkilonya untuk semua manisan adalah Rp. 80.000 (diluar ongkos kirim)

Selain untuk eceran kami juga menyediakan harga grosir. Minimal pembelian 20 Kg. Harga yang kami tawarkan Rp. 65.000/kg

Untuk Pemesanan hub:
telpon/sms : 0821 6702 2585
Email : muna@kagamavirtual.com

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.